Sistem Informasi Desa Keniten

Gambar Artikel

Waspada "Si Pembunuh Senyap": Mengenal Hipertensi dan Cara Menjaganya di Keluarga Kita

Keniten – Pernahkah Bapak dan Ibu mendengar istilah "The Silent Killer" atau Si Pembunuh Senyap? Itulah julukan medis untuk Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengapa disebut pembunuh senyap? Karena seringkali penyakit ini tidak memberikan tanda atau gejala sama sekali, tapi tiba-tiba bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, mari kita luangkan waktu sejenak untuk mengenal lebih dekat penyakit ini demi kesehatan warga Desa Keniten tercinta.

Apa Itu Hipertensi?

Sederhananya, hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah kita berada di angka 140/90 atau lebih secara terus-menerus. Ibarat selang air yang tekanannya terlalu kencang, lama-kelamaan selang tersebut bisa rusak atau bocor. Begitu juga dengan pembuluh darah di tubuh kita.

Apa Penyebabnya?

Banyak warga yang mengira darah tinggi hanya karena marah-marah. Padahal, ada faktor lain yang lebih sering menjadi penyebabnya:

  1. Garam Berlebih: Kebiasaan makan makanan yang terlalu asin atau banyak penyedap rasa.

  2. Kurang Gerak: Jarang berolahraga atau aktivitas fisik.

  3. Faktor Usia & Keturunan: Semakin tua, risiko kita naik, apalagi jika orang tua kita dulu punya riwayat darah tinggi.

  4. Berat Badan: Tubuh yang terlalu gemuk membuat jantung bekerja lebih berat.

  5. Rokok & Kopi Berlebih: Zat di dalamnya bisa menyempitkan pembuluh darah.

Apa Gejala yang Harus Diwaspadai?

Meskipun sering tanpa gejala, segera periksakan diri ke Bidan Desa atau Puskesmas jika Bapak/Ibu merasakan:

  • Sakit kepala atau pusing (terutama di bagian tengkuk leher).

  • Jantung berdebar-debar.

  • Mudah lelah padahal tidak kerja berat.

  • Penglihatan tiba-tiba kabur.

Bagaimana Cara Mencegahnya? (Rumus CERDIK)

Pemerintah mengampanyekan perilaku CERDIK agar kita terhindar dari darah tinggi:

  • C : Cek kesehatan secara rutin (rutin tensi di Posyandu Lansia atau Puskesmas).

  • E : Enyahkan asap rokok.

  • R : Rajin aktivitas fisik (jalan sehat atau ke sawah/kebun sudah sangat membantu).

  • D : Diet seimbang (kurangi garam, perbanyak makan sayur dan buah).

  • I : Istirahat cukup (tidur 7-8 jam sehari).

  • K : Kelola stres (srawung dengan tetangga dan tetap bahagia).

Pesan untuk Warga:

Jangan menunggu sakit baru berobat. Jika sudah diberikan obat darah tinggi oleh dokter, harus diminum rutin setiap hari meskipun badan terasa sudah enak. Menghentikan obat sembarangan bisa berbahaya bagi jantung dan ginjal kita.

Mari kita jaga kesehatan keluarga kita. Keniten Sehat, Keniten Kuat!

Tulis Komentar