Sistem Informasi Desa Keniten
Keniten – Jika kita berbicara tentang kuliner khas Banyumasan, mungkin mendoan atau soto Sokaraja adalah yang pertama terlintas di pikiran. Namun, bagi para pencinta kuliner tradisional, ada satu menu legendaris yang tak boleh dilewatkan, terutama saat cuaca sedang dingin atau hujan: Sahoun Ayam.
Sahoun memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari jenis mi lainnya. Teksturnya yang sangat kenyal dan lebar, dipadukan dengan kuah kaldu ayam yang bening dan segar, membuat hidangan ini menjadi favorit banyak orang.
Bagi warga Desa Keniten yang ingin mencoba menyajikan hidangan ini di rumah, berikut adalah resep praktis yang bisa Anda coba.
150 gram tepung beras
50 gram tepung tapioka (kanji)
400 ml air
1/2 sdt garam
Minyak goreng secukupnya (untuk mengoles loyang)
500 gram ayam kampung (bagian dada/paha)
1,5 liter air
3 siung bawang putih, geprek lalu tumis sebentar
2 cm jahe, memarkan
Garam, merica bubuk, dan kaldu jamur secukupnya
Ayam suwir (dari rebusan kaldu)
Daun seledri, iris halus
Bawang merah goreng
Sambal cabai rawit bagi yang suka pedas
Campur tepung beras, tepung tapioka, garam, dan air dalam satu wadah. Aduk hingga rata dan tidak ada gumpalan.
Siapkan loyang datar, olesi dengan sedikit minyak goreng.
Tuangkan adonan tipis-tipis ke dalam loyang (sekitar 2-3 mm).
Kukus selama kurang lebih 5-7 menit hingga adonan matang dan transparan.
Angkat loyang, tunggu hingga dingin, lalu lepaskan lapisan sahoun perlahan. Olesi permukaannya dengan sedikit minyak agar tidak lengket satu sama lain.
Gulung lembaran tersebut, lalu potong-potong dengan lebar sesuai selera (biasanya sekitar 1-2 cm). Sisihkan.
Rebus ayam kampung dalam air mendidih. Buang buih yang mengapung agar kuah tetap bening.
Masukkan bawang putih yang sudah ditumis dan jahe ke dalam rebusan ayam.
Tambahkan garam, merica, dan kaldu jamur. Masak hingga ayam empuk dan bumbu meresap.
Angkat ayam, tiriskan, lalu suwir-suwir dagingnya untuk topping.
Tata potongan sahoun di dalam mangkuk.
Tambahkan suwiran ayam di atasnya.
Siram dengan kuah kaldu panas.
Taburi dengan irisan seledri dan bawang goreng yang banyak agar aromanya semakin menggugah selera.
Sajikan bersama sambal rawit selagi hangat.
Selain rasanya yang gurih dan menyegarkan, Sahoun Ayam relatif lebih ringan di perut dibandingkan mi gandum pada umumnya karena bahan dasarnya yang dominan tepung beras. Proses pembuatannya yang dikukus juga menjadikannya pilihan kuliner yang lebih sehat.
Mari kita terus lestarikan kekayaan kuliner nusantara mulai dari dapur rumah kita sendiri. Selamat mencoba, warga Keniten!