Sistem Informasi Desa Keniten

Gambar Artikel

Profil Tokoh: Ki Sugito Purbocarito, Maestro Wayang Kulit Kebanggaan Keniten

KENITEN – Desa Keniten tidak hanya dikenal dengan sejarah asal-usulnya yang kuat melalui sosok Raden Nitipraja, tetapi juga sebagai tanah kelahiran salah satu seniman paling berpengaruh di tanah air, yakni Ki Sugito Purbocarito. Beliau adalah maestro dalang yang telah mengharumkan nama Keniten dan Banyumas melalui seni pedalangan Gagrak Banyumasan.

Silsilah dan Akar Sejarah di Keniten

Lahir pada 19 Desember 1940, darah seni dan kepemimpinan Ki Sugito mengalir langsung dari sang ayah, Ki Niswan. Bagi warga Keniten, sosok Ki Niswan memiliki tempat tersendiri dalam sejarah administratif desa, karena beliau pernah mengabdikan diri sebagai Kepala Dusun 1 Keniten.

Keterikatan keluarga besar Purbocarito dengan Desa Keniten terus berlanjut hingga generasi saat ini. Salah satu cucu beliau, Rhomani Wisnu Widyantoro, saat ini aktif berkontribusi bagi kemajuan desa dengan menjabat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Keniten. Hal ini membuktikan bahwa semangat pengabdian keluarga ini terhadap tanah kelahiran tetap terjaga lintas generasi.

Menjaga Marwah Gagrak Banyumasan

Di dunia seni, Ki Sugito Purbocarito dikenal sebagai penjaga gawang keaslian budaya lokal. Di saat gaya pedalangan daerah lain masuk, beliau tetap setia pada Gagrak Banyumasan yang memiliki ciri khas:

  • Blakasuta: Gaya bicara yang lugas, jujur, dan apa adanya dalam pementasan.

  • Humor Segar: Kedekatan beliau dengan penonton tercipta melalui banyolan-banyolan yang cerdas namun tetap merakyat.

  • Edukasi Moral: Setiap lakon yang dibawakan selalu menyelipkan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sosial masyarakat.

Atas dedikasinya, Ki Sugito pernah dianugerahi penghargaan Satya Lencana Kebudayaan dari Pemerintah Republik Indonesia dan Trofi Bhakti Upapradana.

Warisan Seni yang Tak Terputus

Meskipun beliau telah wafat pada 10 September 2016, warisan seninya tidak pernah padam. Beliau berhasil mendidik putra-putrinya menjadi sosok yang sukses di bidang seni, seperti:

  1. Ki Sigit Sabdopriyono, yang melanjutkan tongkat estafet sebagai dalang profesional.

  2. Mayangsari, penyanyi yang sukses berkiprah di panggung nasional.

Bagi Desa Keniten, Ki Sugito Purbocarito bukan sekadar tokoh seni, melainkan simbol keberhasilan putra daerah yang mampu menjaga akar budaya di tengah arus modernisasi. Kehadiran keluarga besar beliau yang masih aktif membangun desa melalui BPD menjadi bukti nyata bahwa "trah" Purbocarito dan Desa Keniten adalah bagian yang tak terpisahkan.

Tulis Komentar